Balada Sisir

Inilah salahnya kalau sisir cuma punya satu. Harusnya ada lebih, supaya sisirnya bisa aplusan kalau udah waktunya dibersihkan/dicuci.

Minggu lalu, entah mengapa sisir satu-satunya raib. Rasanya terakhir pake seperti biasa di kantor, lalu masuk tas. Again, my usual MO. Lha, kok, tetiba ngga jelas di mana keberadaannya. Bongkar tas, bongkar laci, bongkar tas alat pumping, cari di kolong tempat tidur: nihil. Mana pulaaaa, rambut saya pan lumayan panzang, yak. Susah ini kalo ngga nyisir. Sampai akhirnya, saat pak suami belanja bulanan, minta beliin sisir baru. Btw, Yes, my husband is willing to go grocery shopping all on his own. Guess I’m just blessed.

Jadilah, punya sisir baru. Legaaa banget rasanya. On Monday morning, sampe ke kantor, taro barang-barang, buka tas. Jreng. Benda pertama yang terlihat: sisir yang disangka hilang. Someone(thing) is messing with me. Nggak mungkin itu sisir cuma ketelisut. Gue nggak ganti-ganti tas. And I rummaged like there’s no tomorrow looking for that brush.

Oh, well. On the bright side, now I have two hair brushes. Jadi kalau kejadian ketelisut lagi salah satunya, ada serepnya. *berusaha positif*

IMG_3116

Advertisement