Citra Japanese Wakame & Citra Korean Pink Orchid Gathering

Another day, another new product launch to attend. Ini udah beberapa minggu yang lalu, sih. Kali ini yang mengadakan adalah Citra. Merk body care lawas ini meluncurkan produk terbarunya, seri Citra Japanese Wakame dan Citra Korean Pink Orchid. Makanya nggak heran acara yang diadakan di Morrissey Hotel ini dekornya juga nuansa pink-hijau dengan sentuhan Asia. Eh, bahkan disajikan wakame salad. How appropriate.

IMG_0920.JPG

IMG_0916.JPG

IMG_0915.JPG

Kalau ngomongin Citra yang terbayang pasti body lotionnya yang hits itu. My sisters for instance, are avid users of this particular brand. Nah, inovasi Citra kali ini menghasilkan lotion tubuh yang ringan, cepat menyerap dan nggak lengket. Mengapa susah-susah bikin lotion baru dengan karakteristik begini? Ternyata ini semua hasil riset, lho. Orang biasanya malas pakai pelembap tubuh karena lengket. Makanya Citra membuat pelembap tubuh yang nggak lengket, cepat terserap dan ringan ini.

IMG_0918.JPG

Untuk membuktikan klaim “cepat menyerap” ini, dilakukan eksperimen yang bisa dicoba semua yang hadir. Satu tangan diolesi Citra Wakame lalu dilapisi pasir (iye, pasir beneran bok). Tangan yang satu lagi juga diolesi lotion biasa lalu dilapisi pasir juga. Terbukti, tangan yang dilapisi Citra Wakame pasirnya lebih mudah lepas dan dibersihkan. Citra Wakame bener-bener nggak lengket. Btw kita jadi kayak main di pantai, mainan pasir 😀

IMG_0928.JPG

Habis itu nyoba juga tekstur Citra Korean Pink Orchid. Nah, kalau yang ini skincare untuk wajah. Tekstur krim-nya juga ringan, ngga lengket. Kandungan anggreknya dipercaya mencerahkan kulit secara alami. Wanginya juga ngga terlalu nyengat nih. Pretty soothing for my taste. Moisturizer ini juga sudah mengandung UVA dan UVB jadi bisa lah agak tenang pakenya karena sudah mengandung sun protection.

IMG_0930.JPG
Looks thick? Careful, appearance can be deceiving 😉
IMG_0931.JPG
Setelah diratakan, poof! No trace at all

Buat yang penasaran sama ingredients-nya, silakan dicek foto-foto ini.

IMG_1391.JPG

IMG_1393.JPG

IMG_1390.JPG

IMG_1389.JPG

Adakah yang sudah coba juga kedua seri terbaru dari Citra ini? Do share!

Mengingat Cerita 6 Tahun Silam

Kira-kira 10 minggu lagi, seharusnya bayi di perut ini sudah siap untuk lahir. Emaknya gimana? Siap juga, nggak? Errr… Asli nervousnya sama-sama aja dengan waktu pertama kali mau lahiran dulu. Hamilnya boleh santai, tapi ngeri banget membayangkan apa yang harus dilakukan begitu bayinya hadir. Bisa nggak ya merawatnya?

Satu hal yang sudah mengganggu in the back of my mind saat Aria lahir 6 tahun lalu adalah alergi. Soalnya, bapaknya memang punya alergi. Dulu kalau makan udang pasti gatel-gatel. Juga kalau kena debu bersin-bersin hebat. Jadi, udah curiga kecil kalau anaknya bakal membawa bakat alergi. Kejadian, nggak? Iye banget. Aria sejak awal udah nunjukin tanda-tanda dermatitis atopi. Waktu itu sampai dokternya bilang gue harus diet. Hindari seafood, dairy, protein hewani. Asli mau mati rasanya. Cuma dua minggu akhirnya nyerah dan gue makan normal tapi dikontrol, dan yang heavily suspected alergen (such as udang) dihindari. Aria gampang banget iritasi kulitnya. Pipinya merah-merah, leher lecet, sampai bisul. X______X Karena ada DA-nya inilah Aria nggak bisa sembarangan dikasih produk untuk kulit. Syukurnya dari awal gue penganut minimal cosmetics untuk bayi. Nggak ada bedak dan aneka krim buat bayi. Mandi pakai sedikit sabun aja.

Waktu masih newborn, Aria gue pakaikan popok kain karena toh memang masih sering pup dan harus sering diganti. Etapi, ternyata nggak terhindar juga dari ruam popok lhoooo… Haduuuuu…. Karena memang kulitnya sensitif, sebentar saja kontak dengan pup atau lembap dikit aja, merah kulitnya. Suatu ketika bahkan sampai timbul bintik dan Aria sampai nangis jerit-jerit. Huuwwwaaaaa… Kalau soal lembap, memang yang harus diperhatikan adalah segera ganti popok kain setelah basah atau pakai diaper sekali pakai yang kering dan nyaman.

Ini juga yang dikonfirmasi oleh dr. Rini saat acara gathering Dari Kandungan ke Dunia yang diadakan Mommies Daily. Kulit bayi newborn itu sensitif banget. Apalagi yang ada kecenderungan DA. Makanya perlu banget dijaga. Antara lain yang perlu diperhatikan adalah popok bayi, pakaian, selimut, handuk, juga produk yang digunakan untuk mandi. Kalau memang nggak perlu, nggak usah pakai bedak, lotion dan minyak telon. Bedak yang terkena keringat malah bisa menggumpal dan membuat iritasi kulit bayi.

Pengalaman gue, waktu malam itu adalah waktu krusial. Kalau kekeuh pake popok kain, berarti harus ada yang siaga diaper duty karena nggak mungkin bayinya disuruh nunggu lama untuk ganti popok basah. Makanya, kira-kira usia 10 harian, Aria gue pakaikan popok sekali pakai saat malam hari. Selain membantu kulitnya kering lebih lama, gue juga bisa tidur :p Kalau siang masih pakai popok kain. Lagi-lagi, Aria nggak bisa pakai merek sembarangan  karena kulitnya yang ekstra sensitif itu. Harus yang menyerap dengan baik dan permukaannya halus dan nyaman.

Saat gathering kemarin ada Mbak Nita dari Pampers yang menjelaskan soal keunggulan Pampers. Yah, merek ini memang sudah terkenal pionirnya popok sekali pakai kan. Mereka kalau riset juga serius sekali. Pokoknya demi kenyamananan bayi. Berdasar hasil riset terbaru Pampers, kini hadir Pampers dengan teknologi #5starsprotection yang ditujukan untuk membuat kulit bayi (terutama newborn) tetap sehat dan terhindar dari masalah kulit, terutama ruam popok yang sering jadi momok. Dengan teknologi terbaru ini, ada keunggulan yang membuat bayi nyaman menggunakannya:

  • Lapisan pelindung agar kulit bayi tidak bersentuhan langsung
  • mengandung aloe vera untuk mencegah ruam popok.
  • Perlindungan agar kulit bayi lebih kering selama 12 jam sehingga tidurnya tidak terganggu
  • Permukaan selembut kapas yang nyaman dan juga berongga sehingga sirkulasi udara terjaga, ini juga mencegah kulit bayi lembap
  • Desain yang nyaman disesuaikan dengan tubuh bayi, lebih fleksibel terutama di area perut

Tujuan dibuatnya Pampers generasi baru ini tentunya agar ibu-ibu lebih tenang memakaian popok sekali pakai untuk bayinya. Kan, udah dijaga sejak dari kandungan, tentunya saat lahir kita juga terus mau melindunginya, dong? Just like in this video. Coba nonton, deh.

 Pampers dan Mommies Daily juga bikin lomba blog, nih. Hadiahnya iPad 4 (insert emot mlongo). Yang mau ikutan silakan klik 5starsprotection.mommiesdaily.com yaaaa…

 

20140710-112431-41071937.jpg

20140710-113909-41949628.jpg

Play Problem

Bisa dikatakan gue ini lahir dan besar di perkotaan. Kecuali periode 5 tahun saat Papa tugas di kota kecil di Sumatera Utara, sebagian besar hidup gue, ya, di Jakarta. Menengok ke belakang, periode 5 tahun di luar Jakarta itu ternyata adalah masa-masa menyenangkan dan nggak habis gue syukuri hingga saat ini. Why? Selama 5 tahun itu, ternyata (ho oh, baru sadar setelah dewasa) gue mengalami apa yang mungkin bisa disebut masa kecil yang cukup ideal. I got to play. Main di luar, eksplorasi lingkungan sekitar, lari sampai capek, manjat pohon, getting dirty, main di “comberan”, tersandung, jatuh, badan luka, menangis. Semua hal “normal” yang sekarang malah jadi barang langka. Gue coba bandingin dengan kegiatan anak gue sendiri saat ini di usia yang kira-kira sama dengan gue waktu itu: usia TK. Anak-anak gue lebih banyak bermain pasif di dalam rumah. Nonton TV (btw, ini juga ternyata bukan bermain), main gadget, main puzzle, menggambar dll. Kalau mau main agak aktif, paling di depan cluster rumah kami yang “hanya” berupa jalan aspal sepanjang beberapa ratus meter. Lumayan buat naik sepeda atau lari-lari, sih. Tapi sebentar juga bosan mereka.

Ngga berani foto sendiri. Cari temen :p
Ngga berani foto sendiri. Cari temen :p

Tanggal 12 April yang lalu gue hadir di acara #KidsToday Project Blogger Gathering, diundang Mommies Daily. Main event-nya adalah pemutaran video #KidsToday Project dan talkshow tentang pentingnya bermain bersama psikolog Roslina Verauli. Dalam salah satu video ada curhatan anak-anak perkotaan tentang apa yang mereka inginkan. Mayoritas ingin punya tempat bermain yang lebih banyak: taman, lapangan bola, jalur skateboard. Kebayang, sih. Anak-anak itu, kan, energinya besar. Mereka butuh tempat untuk menyalurkan semua energi itu. Cara paling oke memang bermain aktif. Ini dia yang sekarang agak susah dipenuhi. Bersyukurlah kalau rumahnya dekat taman (sekarang syukurnya udah mulai banyak, ya), tinggal bawa anak-anak ke sana lalu bisa lari-lari. Itu pilihan paling mudah, sih. Lha, wong, ke pantai aja musti bayar. *bersungut-sungut* Area main khusus anak yang rada lengkap juga ada, dengan biaya yang lumayan (hampir seratus ribu per anak). Sudah pasti nggak tiap minggu ke sini, ya. Habis uang belanja gue. Btw coba liat video yang gue maksud di atas itu ya.

Ngomongin soal bermain, Mbak Vera juga bilang anak usia TK itu perlu kira-kira lima jam per hari untuk bermain. Deg! Anak gue udah memenuhi porsi ini belum, ya? Mereka lebih banyak nonton TV dan itu bukan bermain. Terlebih lagi, banyak skill yang hanya bisa dilatih kalau anak bermain aktif di luar ruangan: motorik kasar, kemampuan spasial/keruangan, some agility; those are easier to acquire when playing outside. Oiya, bermain itu juga mengasah fungsi eksekutif, lho. Kemampuan-kemampuan seperti pengambilan keputusan, inisiatif, nalar, kepemimpinan dan followership bisa terasah sambil bermain! Ini PR gue dan Arief, nih. Sadar banget, kok, kalau selama ini anak-anak kurang banget porsi bermain aktifnya. Perlu diinget juga nanti pas sudah pada sekolah (terutama SD) untuk nggak membebani mereka dengan terlalu banyak les dan kegiatan. Tinggal orang tuanya aja, nih, yang mesti lebih rajin cariin tempat mereka bisa main. They won’t be preschoolers forever, right? Anywho, acara kemarin itu seru banget karena topiknya yang cukup penting bagi emak-emak seperti yours truly. Selain itu, seneng juga bisa keemu temen-temen blogger Mommies Daily yang lain. Tentunya, tak lengkap kalau ngga pake foto-foto! Ini emak-emak nggak kalah kenes sama anak-anak kalau udah urusan foto bareng.

Bareng fellow blogger dan tim Mommies Daily
Bareng fellow blogger dan tim Mommies Daily
Foto dari @ariendasapari. Heboh benerrrr
Foto dari @ariendasapari. Heboh benerrrr

Pulangnya kita juga dibekali dengan hasil foto di photobooth dan juga goodie bag! Needless to say, gue berbinar-binar bahagia karena isinya adalah: Rinso Cair! Ohmyimsohappyicouldclimbmountains! I’m such a mom. 😀 Oiya, Rinso juga mengadakan blog competition, lho. Lumayan ada hadiah uang tunai, voucher Gramedia dan suplai produk Rinso! Cek di sini, yak.