Tourist-only Tokyo Subway Ticket: Alternatif Ekonomis Transportasi di Tokyo

Ngomongin jalan-jalan di kota Tokyo, pastinya yang kebayang pertama adalah subway system-nya. Kereta memang jadi pilihan masyarakat Tokyo untuk bepergian dan beraktivitas. Cepat, terjadwal sangat baik, nyaman, pokoknya reliable.

Yang sudah familiar dengan MRT di negara-negara lain begitu ke Jepang pasti cenderung memilih sistem pembayaran dengan kartu seperti Pasmo atau Suica. Gampang, tinggal tap di gate masuk dan keluar stasiun. Habis, tinggal diisi. Gak pusing baca petunjuk di mesin tiket tiap kali mau beli tiket. Pun, beberapa toko menerima pembayaran juga dengan kartu-kartu ini. Praktis.

Harganya gimana? Kalau dihitung, masih lebih murah daripada beli tiket eceran, sih. Biasanya tarifnya bisa lebih murah sampai 50yen kalau pakai kartu begini. Namun, yang perlu diingat, tarifnya tetap dihitung sejauh perginya. Jadi makin sering dan makin jauh keliling-keliling, ya, mahal juga jadinya.

Makanya, tiga kali ke Tokyo, pilihan kami adalah tiket khusus turis yang berlaku antara 24 jam hingga 72 jam. Tarifnya flat, artinya cuma beli sekali dan bisa dipakai selama jam yang tertera. Oiya, tiket ini khusus Tokyo Metro saja, ya, plus Toei line yang dikelola perusahaan Toei. JR Train nggak termasuk. Nah, berhubung kita mainnya cuma seputaran Tokyo saja (emang anaknya urban banget), tiket ini sudah sangat-sangat cukup. Apalagi, perginya memang cuma beberapa hari saja (Tokyo mahal, bok. Kelamaan di sana yang ada nggak bayar uang sekolah anak-anak). Kita ke Tokyo hari Kamis malam, sampai Jum’at pagi, pulangnya Senin pagi. Begitu sampai di airport, selesai imigrasi dan ambil barang, biasanya udah mau siang. Jadi solat Dzuhur dulu di airport sambil jalan-jalan liat toko-toko di Haneda dan makan siang. Begitu berangkat naik kereta ke Tokyo, sudah di atas jam 11 siang. Makanya tiketnya masih bisa dipakai hingga Senin pagi (pasti di bawah jam 8 perginya) kita pulang. Pas banget.

img_0176img_0175.jpg

Tiketnya ada 3 macam:

  • 24 jam, harga: 800 yen (dewasa), 400 yen (anak)
  • 48 jam, harga: 1200 yen (dewasa), 600 yen (anak)
  • 72 jam, harga: 1500 yen (dewasa), 750 yen (anak)

However, itu belum termasuk transportasi dari dan ke airport. Jadi, kita pilih paket yang sudah termasuk tiket Keikyu Line untuk pulang-pergi ke Haneda. Harga paketnya (termasuk tiket satu kali round trip dari dan ke Haneda):

  • 24 jam, 1500 yen (dewasa), 750 yen (anak)
  • 48 jam, 1900 yen (dewasa), 950 yen (anak)
  • 72 jam, 2200 yen (dewasa), 1100 yen (anak)

Mahalkah? Sebenarnya, ya, tergantung dari intensitas jalan-jalannya. Pertama kali kami ke Tokyo, tiket ini berasa banget hematnya. Karena kita explore beberapa daerah di Tokyo dan sering turun di tengah-tengah. Misalnya, pas mau ke Asakusa, turun dulu di Ueno karena pengen liat-liat. Abis itu lanjut lagi, cuma sejam di satu area lalu pergi lagi ke daerah lain. Belum lagi pake acara nyasar atau salah naik jalur 😀 Tiket flat rate begini hemat banget jadinya. Mungkin lain cerita kalau perginya cuma ke satu daerah saja per hari lalu ngendon di sana sampe malem, terus pulang. Mungkin enakan Suica aja kalau begitu. So, it really depends on your itinerary. Oiya, untuk tiket-tiket ini hanya berlaku untuk turis dengan visa liburan, ya. Tiket ini bisa dibeli di pusat informasi turis di airport Narita dan Haneda.

Feel free to share your own experience using subway/train in Tokyo. Drop a comment below!

Advertisements