Play Problem

Bisa dikatakan gue ini lahir dan besar di perkotaan. Kecuali periode 5 tahun saat Papa tugas di kota kecil di Sumatera Utara, sebagian besar hidup gue, ya, di Jakarta. Menengok ke belakang, periode 5 tahun di luar Jakarta itu ternyata adalah masa-masa menyenangkan dan nggak habis gue syukuri hingga saat ini. Why? Selama 5 tahun itu, ternyata (ho oh, baru sadar setelah dewasa) gue mengalami apa yang mungkin bisa disebut masa kecil yang cukup ideal. I got to play. Main di luar, eksplorasi lingkungan sekitar, lari sampai capek, manjat pohon, getting dirty, main di “comberan”, tersandung, jatuh, badan luka, menangis. Semua hal “normal” yang sekarang malah jadi barang langka. Gue coba bandingin dengan kegiatan anak gue sendiri saat ini di usia yang kira-kira sama dengan gue waktu itu: usia TK. Anak-anak gue lebih banyak bermain pasif di dalam rumah. Nonton TV (btw, ini juga ternyata bukan bermain), main gadget, main puzzle, menggambar dll. Kalau mau main agak aktif, paling di depan cluster rumah kami yang “hanya” berupa jalan aspal sepanjang beberapa ratus meter. Lumayan buat naik sepeda atau lari-lari, sih. Tapi sebentar juga bosan mereka.

Ngga berani foto sendiri. Cari temen :p
Ngga berani foto sendiri. Cari temen :p

Tanggal 12 April yang lalu gue hadir di acara #KidsToday Project Blogger Gathering, diundang Mommies Daily. Main event-nya adalah pemutaran video #KidsToday Project dan talkshow tentang pentingnya bermain bersama psikolog Roslina Verauli. Dalam salah satu video ada curhatan anak-anak perkotaan tentang apa yang mereka inginkan. Mayoritas ingin punya tempat bermain yang lebih banyak: taman, lapangan bola, jalur skateboard. Kebayang, sih. Anak-anak itu, kan, energinya besar. Mereka butuh tempat untuk menyalurkan semua energi itu. Cara paling oke memang bermain aktif. Ini dia yang sekarang agak susah dipenuhi. Bersyukurlah kalau rumahnya dekat taman (sekarang syukurnya udah mulai banyak, ya), tinggal bawa anak-anak ke sana lalu bisa lari-lari. Itu pilihan paling mudah, sih. Lha, wong, ke pantai aja musti bayar. *bersungut-sungut* Area main khusus anak yang rada lengkap juga ada, dengan biaya yang lumayan (hampir seratus ribu per anak). Sudah pasti nggak tiap minggu ke sini, ya. Habis uang belanja gue. Btw coba liat video yang gue maksud di atas itu ya.

Ngomongin soal bermain, Mbak Vera juga bilang anak usia TK itu perlu kira-kira lima jam per hari untuk bermain. Deg! Anak gue udah memenuhi porsi ini belum, ya? Mereka lebih banyak nonton TV dan itu bukan bermain. Terlebih lagi, banyak skill yang hanya bisa dilatih kalau anak bermain aktif di luar ruangan: motorik kasar, kemampuan spasial/keruangan, some agility; those are easier to acquire when playing outside. Oiya, bermain itu juga mengasah fungsi eksekutif, lho. Kemampuan-kemampuan seperti pengambilan keputusan, inisiatif, nalar, kepemimpinan dan followership bisa terasah sambil bermain! Ini PR gue dan Arief, nih. Sadar banget, kok, kalau selama ini anak-anak kurang banget porsi bermain aktifnya. Perlu diinget juga nanti pas sudah pada sekolah (terutama SD) untuk nggak membebani mereka dengan terlalu banyak les dan kegiatan. Tinggal orang tuanya aja, nih, yang mesti lebih rajin cariin tempat mereka bisa main. They won’t be preschoolers forever, right? Anywho, acara kemarin itu seru banget karena topiknya yang cukup penting bagi emak-emak seperti yours truly. Selain itu, seneng juga bisa keemu temen-temen blogger Mommies Daily yang lain. Tentunya, tak lengkap kalau ngga pake foto-foto! Ini emak-emak nggak kalah kenes sama anak-anak kalau udah urusan foto bareng.

Bareng fellow blogger dan tim Mommies Daily
Bareng fellow blogger dan tim Mommies Daily
Foto dari @ariendasapari. Heboh benerrrr
Foto dari @ariendasapari. Heboh benerrrr

Pulangnya kita juga dibekali dengan hasil foto di photobooth dan juga goodie bag! Needless to say, gue berbinar-binar bahagia karena isinya adalah: Rinso Cair! Ohmyimsohappyicouldclimbmountains! I’m such a mom.😀 Oiya, Rinso juga mengadakan blog competition, lho. Lumayan ada hadiah uang tunai, voucher Gramedia dan suplai produk Rinso! Cek di sini, yak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s