Obat Sepi Saat Ditinggal Biz Trip

Dua tahun belakangan ini suami lagi sering dapet rezeki dinas. Walau kerja, kita anggep rezeki aja, kan bisa jalan-jalan. Nah, masalahnye (keluar betawinya), yang ditinggal ini loh, nelongso. Lumayan ditinggal lima hari sampe seminggu. Komunikasi tergantung ada wifi apa enggak. Walau ada anak dua ribut di rumah, nggak ada suami tetep beda rasanya.

Nah, biar yang ditinggal (gue) nggak terlalu bete, I distract myself by compiling a shopping list. In my case it usually consisted of makeup or skincare. Kenapa gue bilang ini distracting? Saat bikin list-nya, gue jadi nggak mikirin nanti gimana sepinya pas ditinggal. Gue kalo bikin list oleh-oleh gini bisa lama, lho. Bukan apa-apa, dana soalnya terbatas, dan yang gue mau banyak😀 Jadi gue list yang gue mau, research selengkapnya warna de el el yang gue mau, lalu edit sampe jumlahnya masuk akal. Kadang gue bikin list nggak cuma buat gue doang. Suami gue itu selalu bingung beliin oleh-oleh apa buat keluarga yang lain. Jadi biasanya gue bikinin juga list oleh-oleh massal ini: buat keluarga Sawo, keluarga Lenteng, anak-anak, temen kantornya segala. Cuma sampai situ? Nggak, lah. Gue list juga tiap item bisa dibeli di mana. Nama toko, areanya , kalau ada bahkan alamat. Ini buat memastikan itu oleh-oleh kebeli. Kalau dia nggak tau di mana tempatnya, bisa-bisa nggak kebeli. Manyun lah gue. Riset toko ini juga lumayan menyita waktu karena gue pastiin tokonya berada dekat hotel tempat dia nginep, atau deket lokasi meetingnya, atau deket lokasi nantinya dia jalan-jalan. Kadang kalau itinerary-nya lengkap, belanjaan gue-lah yang menyesuaikan dengan toko-toko yang accessible sesuai itin. Yep, I’m thorough.

Hasilnya
Hasilnya

Adanya list belanja ini juga memotivasi suami gue untuk lebih sering komunikasi, entah via sms atau Face Time. Soalnya soon or later dia pasti butuh nanya ke gue soal list oleh-oleh ini. Misal, udah sampe toko tapi warnanya ngga ada. Biasanya udah gue kasih alternatif warna/produk juga, sih. Nah, biasanya dia akan menghubungi di saat-saat seperti itu. Kalau ada wifi gratis lumayan, bisa Face Time. Sekalian kangen-kangenan, dong.😀

Setelah pak suami pulang dan kita bongkar oleh-oleh, rasa kangen dan kesepian selama ditinggal bisa terobati setelah liat belanjaan, hahahaaaaaa… Apalagi kalau semua berhasil kebeli, ikut lega karena riset gue berguna dan ngebantu. Aneh? Iya, kali. Biarin aja, deh. Everyone has their own coping mechanism and this is one of mine.

satu hal yang bisa gue sarankan untuk yang mau nitip oleh-oleh, buatlah list selengkap mungkin. Pikirkan juga, yang beli ngerti barangnya apa nggak? Salah satu alasan gue bikin list selengkap yellow pages adalah karena suami gue laki-laki (well, duh) yang nggak mudheng makeup atau skincare. List yang jelas akan mempermudah dia belanja dan nggak harus selalu bergantung pada sales assistant di toko. Kalau dirimu mau nitip beliin gadget ke orang yang nggak ngerti gadget, sama, kan? Siapin spek-nya supaya nggak salah beli. Nanti nitip aipon yang kebeli aipod kan situ juga yang bete?  Selamat nitip!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s