Emak-emak Rempong

Rasanya, jaman mama gue dulu, jadi ibu nggak serepot sekarang deh. Nowadays, mulai dari hamil aja udah banyak yang dipikirin. DSOG-nya pro normal gak? RSnya pro asi-imd gak? Pas anaknya udah keluar, DSAnya pro RUM gak? De es be de es be…
Like the one I’m having problem with now. Toothpaste. Iya bener. Odol. Aria 27 bulan sekarang. Giginya udah banyakkkk. I don’t really count them, tapi kayaknya hampir semua gigi susunya udah keluar. Dia juga udah makan segala macem, termasuk sweets and sugary food yang bikin gue ngeringis tiap kali liat dia makan. So, nggak bisa nggak, harus sikat gigi. Luckily, he doesn’t have a problem with brushing his teeth. Aria suka sikat gigi. Sampe sekarang masih pake sikat silikon yang dimasukin jari itu. Pertama dia sikat sendiri giginya, abis itu baru deh mama atau papa sikatin lagi. Problem is, he can’t spit yet. So we’ve been using water to clean his teeth. Hey, better than nothing, right?
So here I am, in the hunt for safe toothpaste for my not-spitting son. Easy task? Guess again. Pasta gigi anak banyak di supermarket, tapi dari hasil baca2, nggak semua aman. Bahan kimia dalam pasta gigi anak banyak yang berpotensi bahaya jika tertelan dalam jumlah banyak. Lah, Aria kan gak bisa ngeludah? Kalo tiap hari dia telen dikit2 kan numpuk juga dong? Mulai pusing deh gue. Bahan apa aja sih yang sebaiknya tidak ada dalam pasta gigi anak? Antara lain: sodium lauryl sulfate, parabens, saccharin. Oiya satu lagi, fluoride. Laaaaaahh? Bukan itu biasanya jadi fitur utama pasta gigi? Ho oh. Fluoride tidak bisa tertelan dalam jumlah banyak, makanya penting buat cari pasta gigi tanpa fluoride buat anak yang belum bisa meludah. Kalo udah bisa sih nggak pa-pa, soalnya TIDAK ADA bahan lain selain fluoride yang mampu memberikan perlindungan terhadap cavity (ini sih menurut US-FDA ya, cmiiw). Jadi fluoride tetep perlu untuk perlindungan dari gigi berlubang. Nanti kalo Aria udah bisa kumur+meludah pakein yang ada fluoride deh. Nah, apa dong pasta gigi yang memenuhi syarat? Sayangnya gue belom nemu di supermarket. Kemaren beneran gue jongkok di depan rak oral care anak-anak di supermarket. Semua pasta gigi gue pelototin ingredientsnya. Semua mengandung bahan2 “terlarang” di atas. Cape deeeehhhh… Bahkan yang ada tulisan “aman jika tertelan” pun masih mengandung fluoride. Akhirnya? Browsing. Cari2 merk yang cukup aman. Ketemu sih beberapa. Semuanya impor. Gak murah. Sial.
Sekarang lagi nunggu kids toothpaste produksi Burt’s Bees. Inipun menurut http://www.cosmeticsdatabase.com hazard levelnya masih 4 (out of 10). Ya lumayanlaaahhh, daripada lumanyun.
Tuh, odol doang aja bikin repot. Ada kali yang bilang, “lah elu sendiri semua dibawa repot. Santai aja, cuma masalah odol ketelen doang.” Well, nggak bisa. Gue akan upayakan yang terbaik buat anak gue dong. Apalagi jaman begini, informasi dengan mudah bisa dicari. Pake bebe, aipon, aiped dll itu buat apa? Mosok buat gaya doang? It’s a gateway to endless sources of information. Masa udah tau sesuatu itu berpotensi bahaya, masih santai aja? No thanks, that’s not me. Jadi, yah, inilah gue: emak-emak rempong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s