Baby Needs Shopping

Standard

Persiapan barang-barang menjelang kelahiran Zack kemarin bisa dibilang minim banget. Namanya juga anak ketiga, banyak barang peninggalan kakak dan sepupu, jadi nggak semua harus beli. Bak mandi bekas Aria masih bagus banget walau udah 5 tahun lebih. Breast pump dan sterilizer juga masih berfungsi baik. Makanya, karena banyaknya barang lungsuran dan juga karena sibuk, belanja kebutuhan bayi tertunda terus. Akhirnya belanja baru tanggal 7 September. Anaknya lahir 9 September. Cutting it close, eh?

Yang dibeli juga hanya baju-baju dan sedikit perlengkapan, karena ternyata baju newborn udah disumbangin semua. Total yang dibelanjain juga a bit over 1 million, jauh bila dibanding anak pertama dulu hahaha…

Yang dibeli:
Popok kain
Baju lengan pendek + panjang
Celana pop + celana panjang
Perlak karet
Perlak gendong
Deterjen baju bayi
Bedong (cuma 1/2 lusin)
Alas ompol
Penampung asi
Wet wipes
Nasal aspirator
Diapers

Cuma, waktu hamil 6 bulan tiba-tiba kita ngga ada angin ngga ada ujan belu stroller baru. Hahahaha… Jadilah pengeluarannya gede jugak!

IMG_1700.JPG

Third Time’s The Charm?

Standard

Melihat jarak antara post terakhir dengan yang ini, harusnya keliatan kenapa. Yep, the baby’s here! Setelah bingung antara pengen buru-buru ngelahirin & apprehensive (wondering have I prep enough for the baby), akhirnya si bayi memutuskan udah bosen di perut. :D

Kalau pernah baca post tentang lahirnya Rory, itu rasanya proses lahirnya udah lumayan drama deh. Mulai dari nggak ada pembantu sampe harus ngetok rumah ortu jam 2 dini hari, deg-deg-an dokternya nyampe apa nggak ke RS, sampe peristiwa balon ketuban. Ternyata, yang bungsu ini nggak mau kalah. -____-

Dimulai di hari Senin pagi hari pertama cuti. Sebenernya pagi itu mau ke kantor sebentar untuk handover kerjaan. Tapi paginya kok berasa ada rembesan. Dokter bilang bisa aja ketuban pecah dan kontraksi tanpa ada rasa sakit. Jadilah langsung ke RS (yang jauh dan macet). Sampai sana, cek segala macem dan… False alarm. Hehehe… Padahal udah bikin suami ngga ngantor segala. Handover kerjaan pun terpaksa reschedule.

Jadilah besoknya ke kantor, masih nyetir sendiri pulak. Pas lagi miting, ada rasa-rasa kayak kontraksi sih. Tapi kirain cuma mules biasa. Pas selesai miting, cek ke toilet ternyata ada flek. Welehhhhhh… Puyeng, dah. Syukur pak suami lagi miting di Thamrin dan bukan ngantor di Cengkareng. Kebayang kalo doi di Cengkareng, terpaksa minta anter temen kantor ke RS atau naksi. Akhirnya telepon minta jemput. Sembari nunggu jemputan, makan pizza dulu dari Toples hahaha… Dia traktir karena last day mau resign. Lumayannn… Makan pizza sambil nahan kontraksi 😂

Sesudah sampe RS, langsung dong monitor kontraksi dan detak jantung bayi di UGD. Cek pembukaan baru bukaan 1. Wah, kebayang masih lama nih. Gonna spend the whole night in the hospital, it seemed. Sekitar jam 2 siang pindah ke ruang observasi. Sepiiiii… Cuma sendirian di situ. Enaknya jadi pas ortu dateng bisa rada bebas ngobrol. Sempet makan pula. Ya, itung-itung nabung energi buat nanti.

Things really got going after around 4. Tiba-tiba aja kontraksi makin sering, dan setelah dihitung udah 3x dalam 10 menit. Bidan jaga pamit untuk telepon dokter dan kasih tau perkembangan. Ngga sampe 15 menit sesudahnya, kontraksinya udah nggak ketahan. Udah mau dorong aja rasanya. Wah, udah nggak bisa buka mata tuh. Udara yang tadinya rasanya dingin karena AC, jadi gerah karena nahan sakit sampe keringetan. Sure enough, setelah bidan cek, bukaan udah lengkap. Buru-buru lah ke ruang bersalin. Udah kayak adegan di Grey’s Anatomy. Suster dan bidan scrambling around getting everything prepped. Kayaknya sih ngga sampe satu jam di ruang bersalin, bayinya lahir. Dan, dokternya belum nyampe. Jadilah lahiran dibantu bidan doang. I didn’t really care at that point. Yang penting bayinya keluar. Toh, kalau lahiran normal begini yang kerja kan ibunya. Dokter pas selesai juga bisa, tinggal jahit-jahit. Untuk proses yang terbilang cepat, sakitnya luar biasa ini. Ampun deh. Kalau ngga inget mesti konsen buat ngejan, rasanya pingin nonjok suami orang. Dan waktu dorong yang terakhir, itu sakit bangettttttttt 😭😭😭😭 I was glad when the baby was out. Pas banget maghrib lahirnya. Lucu deh, Aria lahir deket adzan dzuhur, Rory menjelang subuh dan Zack si bungsu maghrib. Ya semoga pada rajin solat deh.

Now the fun part starts. Ever heard people say how each child is different? It proves true with my two kids. Aria yang pemilih kalau makan, Rory si pemakan segala, Aria yang suka nonton TV sedang Rory lebih suka pretend play. Seru juga ngebayangin gimana si Zack ini nantinya. All i know is we’ll take it one day at a time. Welcome to the family, Zack!

Getting Chubby (Feet)

Standard

Edema, described as normal swelling due to additional blood and body fluids, is what I’ve been experiencing this past week. The first time I realized this was when I noticed my rubber Melissa shoes had a tear! Asleee, saking kaki melebar sepatu jadi sobek! This is new for me because I didn’t experience any kind of swelling when I was pregnant with Aria nor Rory. Like, at all! Now, I see my feet and I don’t recognize them. Someone has stolen my feet and replaced them with balloon-feet! (insert horror emoticon)

I don’t mind the swelling. For what I’ve heard/read, it’s perfectly normal especially in the last trimester, as long as it is not sudden which may be sign of preeclampsia.  However, I didn’t know that some discomfort/pain would be involved! x___x One weekend I spent a lot of time on my feet. What else, doing shopping and mall-ing :D The following Monday, my right foot hurt! Putting pressure on it was painful. :( I spent the rest of the day in bed (was down with a cold anyway) and tried to always elevate my legs. I figured having to drive to work also contributed to the swelling. So for the rest of the pregnancy period (just a couple of weeks more) dear husband will pick me up at work. Hopefully this will help to keep swelling to minimum.

IMG_1645.JPG

Citra Japanese Wakame & Citra Korean Pink Orchid Gathering

Standard

Another day, another new product launch to attend. Ini udah beberapa minggu yang lalu, sih. Kali ini yang mengadakan adalah Citra. Merk body care lawas ini meluncurkan produk terbarunya, seri Citra Japanese Wakame dan Citra Korean Pink Orchid. Makanya nggak heran acara yang diadakan di Morrissey Hotel ini dekornya juga nuansa pink-hijau dengan sentuhan Asia. Eh, bahkan disajikan wakame salad. How appropriate.

IMG_0920.JPG

IMG_0916.JPG

IMG_0915.JPG

Kalau ngomongin Citra yang terbayang pasti body lotionnya yang hits itu. My sisters for instance, are avid users of this particular brand. Nah, inovasi Citra kali ini menghasilkan lotion tubuh yang ringan, cepat menyerap dan nggak lengket. Mengapa susah-susah bikin lotion baru dengan karakteristik begini? Ternyata ini semua hasil riset, lho. Orang biasanya malas pakai pelembap tubuh karena lengket. Makanya Citra membuat pelembap tubuh yang nggak lengket, cepat terserap dan ringan ini.

IMG_0918.JPG

Untuk membuktikan klaim “cepat menyerap” ini, dilakukan eksperimen yang bisa dicoba semua yang hadir. Satu tangan diolesi Citra Wakame lalu dilapisi pasir (iye, pasir beneran bok). Tangan yang satu lagi juga diolesi lotion biasa lalu dilapisi pasir juga. Terbukti, tangan yang dilapisi Citra Wakame pasirnya lebih mudah lepas dan dibersihkan. Citra Wakame bener-bener nggak lengket. Btw kita jadi kayak main di pantai, mainan pasir :D

IMG_0928.JPG

Habis itu nyoba juga tekstur Citra Korean Pink Orchid. Nah, kalau yang ini skincare untuk wajah. Tekstur krim-nya juga ringan, ngga lengket. Kandungan anggreknya dipercaya mencerahkan kulit secara alami. Wanginya juga ngga terlalu nyengat nih. Pretty soothing for my taste. Moisturizer ini juga sudah mengandung UVA dan UVB jadi bisa lah agak tenang pakenya karena sudah mengandung sun protection.

IMG_0930.JPG

Looks thick? Careful, appearance can be deceiving ;)

IMG_0931.JPG

Setelah diratakan, poof! No trace at all

Buat yang penasaran sama ingredients-nya, silakan dicek foto-foto ini.

IMG_1391.JPG

IMG_1393.JPG

IMG_1390.JPG

IMG_1389.JPG

Adakah yang sudah coba juga kedua seri terbaru dari Citra ini? Do share!

Exhausted

Standard

Consider yourself warned. I’m about to rant.

I know every pregnancy is different and I shouldn’t expect otherwise. This one though, really do a number on me. Circumstances are clearly different this time around since I’m working full time. With the other two pregnancies I was at home. Add that to the fact that I am older, live a sedentary lifestyle and perhaps with the aid of pregnancy hormones, in my 32nd week I feel exhausted most of the time. I drive to work and will continue to do so until my leave since it’s the best option. Usually it takes only around 30 mins to get to work, not long by Jakarta standard. Still, I arrive at the office slightly tired from it. I spend the day sitting with the occasional walks to the pantry or loo. This probably contribute to my stiff shoulders and back pains. Then I drive home, which usually takes 30-45 mins due to traffic.

Usually I come straight upstairs. Nowadays, the climb will make my knees hurt. Hurt, damn it. I may not be the fittest person but never have I experience knee pains! Aren’t those for people (read: older people) with some kind of joint problems or injuries? Surely not me?

Each night, all I could do is curl up on my bed, trying to ease the various aches. Oh, have I mentioned that I get short breaths, too? Sleeping is tricky. I need to make sure my belly is safe, I can breathe properly and I’m generally comfortable. Sometimes I can only get two out of three.

Maybe I need a massage.

Mengingat Cerita 6 Tahun Silam

Standard

Kira-kira 10 minggu lagi, seharusnya bayi di perut ini sudah siap untuk lahir. Emaknya gimana? Siap juga, nggak? Errr… Asli nervousnya sama-sama aja dengan waktu pertama kali mau lahiran dulu. Hamilnya boleh santai, tapi ngeri banget membayangkan apa yang harus dilakukan begitu bayinya hadir. Bisa nggak ya merawatnya?

Satu hal yang sudah mengganggu in the back of my mind saat Aria lahir 6 tahun lalu adalah alergi. Soalnya, bapaknya memang punya alergi. Dulu kalau makan udang pasti gatel-gatel. Juga kalau kena debu bersin-bersin hebat. Jadi, udah curiga kecil kalau anaknya bakal membawa bakat alergi. Kejadian, nggak? Iye banget. Aria sejak awal udah nunjukin tanda-tanda dermatitis atopi. Waktu itu sampai dokternya bilang gue harus diet. Hindari seafood, dairy, protein hewani. Asli mau mati rasanya. Cuma dua minggu akhirnya nyerah dan gue makan normal tapi dikontrol, dan yang heavily suspected alergen (such as udang) dihindari. Aria gampang banget iritasi kulitnya. Pipinya merah-merah, leher lecet, sampai bisul. X______X Karena ada DA-nya inilah Aria nggak bisa sembarangan dikasih produk untuk kulit. Syukurnya dari awal gue penganut minimal cosmetics untuk bayi. Nggak ada bedak dan aneka krim buat bayi. Mandi pakai sedikit sabun aja.

Waktu masih newborn, Aria gue pakaikan popok kain karena toh memang masih sering pup dan harus sering diganti. Etapi, ternyata nggak terhindar juga dari ruam popok lhoooo… Haduuuuu…. Karena memang kulitnya sensitif, sebentar saja kontak dengan pup atau lembap dikit aja, merah kulitnya. Suatu ketika bahkan sampai timbul bintik dan Aria sampai nangis jerit-jerit. Huuwwwaaaaa… Kalau soal lembap, memang yang harus diperhatikan adalah segera ganti popok kain setelah basah atau pakai diaper sekali pakai yang kering dan nyaman.

Ini juga yang dikonfirmasi oleh dr. Rini saat acara gathering Dari Kandungan ke Dunia yang diadakan Mommies Daily. Kulit bayi newborn itu sensitif banget. Apalagi yang ada kecenderungan DA. Makanya perlu banget dijaga. Antara lain yang perlu diperhatikan adalah popok bayi, pakaian, selimut, handuk, juga produk yang digunakan untuk mandi. Kalau memang nggak perlu, nggak usah pakai bedak, lotion dan minyak telon. Bedak yang terkena keringat malah bisa menggumpal dan membuat iritasi kulit bayi.

Pengalaman gue, waktu malam itu adalah waktu krusial. Kalau kekeuh pake popok kain, berarti harus ada yang siaga diaper duty karena nggak mungkin bayinya disuruh nunggu lama untuk ganti popok basah. Makanya, kira-kira usia 10 harian, Aria gue pakaikan popok sekali pakai saat malam hari. Selain membantu kulitnya kering lebih lama, gue juga bisa tidur :p Kalau siang masih pakai popok kain. Lagi-lagi, Aria nggak bisa pakai merek sembarangan  karena kulitnya yang ekstra sensitif itu. Harus yang menyerap dengan baik dan permukaannya halus dan nyaman.

Saat gathering kemarin ada Mbak Nita dari Pampers yang menjelaskan soal keunggulan Pampers. Yah, merek ini memang sudah terkenal pionirnya popok sekali pakai kan. Mereka kalau riset juga serius sekali. Pokoknya demi kenyamananan bayi. Berdasar hasil riset terbaru Pampers, kini hadir Pampers dengan teknologi #5starsprotection yang ditujukan untuk membuat kulit bayi (terutama newborn) tetap sehat dan terhindar dari masalah kulit, terutama ruam popok yang sering jadi momok. Dengan teknologi terbaru ini, ada keunggulan yang membuat bayi nyaman menggunakannya:

  • Lapisan pelindung agar kulit bayi tidak bersentuhan langsung
  • mengandung aloe vera untuk mencegah ruam popok.
  • Perlindungan agar kulit bayi lebih kering selama 12 jam sehingga tidurnya tidak terganggu
  • Permukaan selembut kapas yang nyaman dan juga berongga sehingga sirkulasi udara terjaga, ini juga mencegah kulit bayi lembap
  • Desain yang nyaman disesuaikan dengan tubuh bayi, lebih fleksibel terutama di area perut

Tujuan dibuatnya Pampers generasi baru ini tentunya agar ibu-ibu lebih tenang memakaian popok sekali pakai untuk bayinya. Kan, udah dijaga sejak dari kandungan, tentunya saat lahir kita juga terus mau melindunginya, dong? Just like in this video. Coba nonton, deh.

 Pampers dan Mommies Daily juga bikin lomba blog, nih. Hadiahnya iPad 4 (insert emot mlongo). Yang mau ikutan silakan klik 5starsprotection.mommiesdaily.com yaaaa…

 

20140710-112431-41071937.jpg

20140710-113909-41949628.jpg

All Dolled Up

Standard


Memang sih, lagi malas banget dandan. Justru itu, kalau ada yang mau dandanin pastinya seneng banget! Waktu acara Female Daily Beauty Workshop tanggal 18 Juni lalu, disuruh jadi model yang akan didandani oleh Mutsuya Sakai, makeup artist Kanebo yang datang dari Jepang. Seneng-seneng aja lah, gue. Apalagi sebelum makeup dipakein skincare Kanebo, mulai dari cleansing!

Pas banget hari itu suami tersayang baru pulang dinas selama seminggu. Hihihihi lumayan lah jadinya dia dapet pemandangan oke, istrinya ngga kucel :p

with Mr. Mutsuya Sakai

with Mr. Mutsuya Sakai

photo4

 

Apa aja kemarin produk yang dipakai ya?

Lunasol Point Make Off (eye & lip makeup remover)

Blanchir Superior Oil Cleansing

Blanchir Superior White Foam Totalyzer

Blanchir Lotion

Moisturizer

Lunasol Makeup Base

Impress Cream Foundation (I’m praying someone will be kind enough to gift this to me. I love it!)

Lunasol Loose Powder

Lunasol Eyelid Base

Lunasol Eyeshadow Quad, liquid eyeliner, mascara and brow powder

Lunasol blush

 

I love getting dolled up! :)

 

Cheerios!